Selasa, 30 November 2010

Wawancara Kerja > > > (kesalahan pada pengetikan) Maybe??

Jika boleh aku bertanya pada Anda, apa sebenarnya esensi dari pada sebuah kata cinta? Sesulit itukah untuk diperadabkan menjadi sebuah kerajinan yang bisa kau berikan bagi orang yang kau sayangi?
Sebenarnya tidak, namun ada sebagian orang yang membuat kata cinta menjadi lebih tidak bermakna. Hanya mengaitkan cinta dengan segala yang mereka anggap sebagai suatu pasangan. Tak lebih dari pada itu. Bergandengan tangan, berciuman, bersetubuh, dan selesai cinta itu.
Maksud Anda?
Yah, kau tahu dengan pasti apa yang kukatakan. Tanpa banyak membaca buku atau menonton acara televisi, kau akan memiliki persepsi tersendiri bahwa cinta hanya segaris tipis dengan nafsu. Benar,bukan?
Kalau begitu, Anda yang berpikiran sempit? Lalu, bagaimana dengan ibu-anak? Bagaimana dengan kakak-adik? Bagaimana dengan bibi-keponakan? Adakah nafsu bejat di antara peranakan mereka? Tentu tidak bukan?
Kau tadi bertanya tentang esensi cinta dari padaku, bukan? Mengapa kau malah memutar apa yang telah kukatakan? Tak baik berwawacancara seperti itu!
Baik, maaf.. lupakan sajalah masalah cinta itu. Saya dengar Anda sering kali salah mengabdi pada sosok cinta itu?
Maksudnya?
Anda sering salah mencintai orang?
Tak pernah ada yang salah dengan mencintai. Yang salah adalah karakter yang tak pernah ingin mencoba untuk bersatu dan memahami. Jika kepenatan dan kelelahan itu merajai, maka selesailah sudah percintaan  itu.
Ada indikasi perselingkuhan?
Tentu saja ada. Setiap orang tentu saja menginginkan yang terbaik dalam hidupnya. Dan hal itu baru kusadari sebagai suatu kesalahan. Sampai kapan pun, yang terbaik tak akan pernah ada, yang ada hanyalah orang yang mampu memahami dan mengimbangi. Bukan yang dianggap terbaik.
Anda pernah menyesal dengan kesalahan Anda?
Pertanyaan aneh. Penyesalan itu ada karena seseorang melakukan kesalahan. Demikian pula saya. Tidak ada yang aneh dengan yang saya lakukan. Hanya perlu pengertian yang lebih dalam menghadapi perangai saya. Namun para lelaki kuanggap sama saja. Hanya mementingkan sesuatu yang disebutnya pemuas raga. Itulah yang menjadi penyesalan.
Ketika Ada orang yang mencintai Anda, apa yang akan Anda lakukan?
Mengucapkan terima kasih. Yang perlu ditanyakan dari awal hanyalah ”mengapa kau berani mencintaiku?”. Bukan tanpa alasan sebuah cinta itu muncul. Jangan pernah menganngap bahwa cinta itu tak perlu memakai alasan. Justru karena alasan itulah, dia baru memutuskan untuk mencintai seseorang.
Jika mereka diam dan tak ingin memberi jawaban pada Anda bagaimana?
Untuk apa saya membuang waktu saya pada orang-orang yang tak memiliki alasan dalam hidupnya? Tak memiliki alasan sama saja dengan tak memiliki tujuan. Mau dibawa ke mana badan saya jika mereka tak memiliki tujuan? Hanya ke atas ranjang dan puncak kenikmatan?
Jika Anda tak bisa menemukan orang seperti yang Anda harapkan bagaimana?
Perempuan memiliki kesempatan untuk memilih. Tidak banyak yang bisa kami lakukan ketika kesalahan sudah merajai hidup kami. Saya bisa berkata lebih baik sendiri dari pada harus melalui sebuah kesalahan. Atau terjerumus dalam kesalahan yang sama.
Apakah Anda siap dengan kesendirian itu?
Sebelum mengambil suatu keputusan, setiap orang tentu mengharapkan jalan keluar yang terbaik. Tentu saja keputusan yang telah diambil adalah jalan terbaik menurut orang itu. Jadi sebelum saya mengambil keputusan untuk sendiri, saya sudah harus siap dengan segala konsekuensinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar