Selasa, 30 November 2010

..Sepuluh Ples pless..

Sepuluh hal yang terjadi saat ini:



1.                           Dentuman drum mengejutkan jemariku. Mereka terus bergerak seiring dengan mengalunnya lagu ”Crazy Little Called Love - Queen”.


2.                           Sketsel kuning bercampur hijau daun menghalangi pucuk pandanganku pada pemandangan di luar pintu.



3.                           Kakiku terus bergerak, mencoba turut berdendang dengan lirik-lirik lagu ini. Kini telah berganti musik. Berdecak dan mencoba mengagumi apa yang mereka rasakan.


4.                           Menggaruk tepi bibirku. Mungkin digigit serangga. Dan cukup kau tahu, itu cukup membuat repot.



5.                           Rindu dengan tawa dan canda seorang lelaki


6.                           Pelesir pantai putih tiba dengan sendirinya dalam otakku. Ketika angin dan bau ombak menggenangi pikiranku, aku menatap jauh ke depan, membayangkan pasir berebut berada di samping kakiku.



7.                           Kembali termangu, mencoba menulis apa yang kulihat dan kurasakan saat ini. Dengan tambahan memerahnya hidungku karena flu yang menawarkan persahabatan.


8.                           Menciptakan terminal pemberhentian bagi jemariku. Kutangkupkan semangat menulisku di atas sebuah kertas, mencoba kembali bekerja sama dengan jiwa seniman yang mencoba melarikan diri dari badanku.



9.                           Memikirkan pakaian apa yang akan kukenakan sore nanti. Aku adalah wanita pemuja mode. Dan karena alasan itulah, delapan jam menjelang keberangkatanku ke gereja, aku harus memikirkan apa yang harus kukenakan agar aku terlihat sedikit lebih baik.


10.                       Menunggu seorang bibi menyelesaikan tugasnya. Dan tanganku siap untuk menopang pekerjaannya. Kapan saja.



11.                       Menunggu suara “klik” dari sebuah alat pemasak nasi. Aku lapar.


12.                       Melirikkan mata ke kiri dan ke kanan. Sebuah pertanda aku mulai kehilangan konsentrasi dan ide untuk menuliskan apa yang kumau. 



13.                       Sengaja melebihkan beberapa kata pendamping agar tulisanku cukup memenuhi sebuah kolom kertas.


14.                       Mengangkat pantat dan mencoba beranjak dari tempat dudukku. Menjulurkan kaki ke sana dan ke mari, melangkah menuju tempat yang tak jelas. Menggaruk kulit kepala. Dan semakin bingung dengan apa yang harus kutulis.



15.                       Menutup tulisan dengan kata ”terima kasih”, atau ”see ya..”, atau  mungkin ”ouch!! Punggungku!!”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar