Selasa, 30 November 2010

Curriculum Vittae a.ka. Data Diri



Hai.. perkenalkan! Aku tak memiliki nama, masih belum. Namun sesaat waktu lagi kalian yang telah menyempatkan membaca akan memberikan sebuah kata untuk kusematkan dalam plat nama di atas dadaku. Aku yakin itu.
Akan kuberi tahu kau tentang sesuatu. Tak ada orang yang menyukaiku. Apakah hanya orang? Tidak, jika para hewan dan tanaman yang disambar-sambar petir itu mampu berbicara, mereka pasti dengan riangnya akan mengusirku dari pada tubuh mereka, karena aku tahu pasti mereka sama sekali tak suka dikuntit dan dihantui olehku. Sama seperti kalian, bukan?
Ada yang mencoba mengusirku dengan decakan lagu, ada yang mempersilakan aku keluar dengan tangis dan rintihan menggebu yang menjijikkan, ada juga yang mencoba berdamaii denganku (dia berpikir akan memperoleh sesuatu yang baik ketika berdamai dan tersenyum padaku), dan jika kuingat, ada juga yang mengusirku dengan suara parau. Enak saja kupikir, apa maksud mereka mengusirku dengan cara demikian itu? Mereka beringsut dan melapor tentang apa yang kulakukan pada Seseorang yang tak kukenal. Aku tak suka dengan Seseorang itu, karena aku tak mengenalnya tentu saja. Cobalah kau berpikir, maukah kau dilaporkan tentang segala tentangmu pada orang yang tak kau kenal dan tak kau sukai? Aku sama sekalii tak mau.
Rumahku tak jauh dari kalian, bahkan sangat dekat. Sama sekali tak besar, dan hanya cukup untuk merenggangkan kaki. Namun dari situ, aku bisa melihat kalian dengan baik, tidak dengan cara mengintip tentu saja. Karena jika aku mencari tahu, kalian tidak menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan mata itu, bukan? Aku juga tak menyukainya, karena mataku akan menjadi panas dan mengecil jika aku melakukannya. Kadang aku tersenyum melihat kalian duduk terpekur tak berdaya, kadang pula aku tertawa melihat kalian merangkak mencari bantuan pada siapa pun yang bisa kalian mintai tolong, dan tak jarang aku terbahak-bahak ketika langkah kalian terhenti dan hanya tangis yang kalian pertontonkan padaku. Itulah acara paling spesial yang pernah kulihat. Ketika kalian menangis.
Kalian tak akan bisa menghubungiku. Aku tak memiliki nomor telepon seperti kalian itu. Untung saja aku tak punya. Jika saja aku punya, tentu saja kalian akan mempermainkan aku. Kalian akan terus menerus meneror keberadaanku, mencariku sepanjang malam, menguntitku dengan mata sembab, mengejarku dengan kaki pengkor kalian, menarikku dengan tangan busuk kalian. Oh, tidak sayang! Aku tak memperkenankan hal itu terjadi pada diriku. Cukuplah bagiku untuk berhubungan dengan kalian dari jarak sekian ini, tak lebih.
Oh, aku belum menceritakan tentang hari lahirku kan? Aku lahir sesuai dengan keinginan kalian,, dan tubuhku bisa membesar serta mengecil sesuai apa yang kalian lakukan. Kalian bisa melahirkanku sedetik dari kalian lahir, kalian juga bisa melahirkanku setahun setelah kalian mulaii merangkak memasuki kehidupan, kalian bisa juga melahirkanku ketika kalian duduk merenungi hidup yang kalian pilih, namun jika kuingat, angka kelahiran tertinggi dari spesiesku adalah ketika kalian berbuat kesalahan. Itu adalah hari kemerdekaan bagi kami. Gizi yang kami terima akan berjumlah sepuluh kali lipat dari hari biasa, dan tubuh kami akan melesat berpendar memenuhhi tempat tinggal kami, hingga kami hanya bisa berlutut ketika memandang tingkah laku kalian.. Tentu saja itu bukan hal yang baik sepenuhnya bagi kami. Apakah kami rela hanya berlutut dalam rumah kami yang sempit? Kami harus mencari perluasan tempat berteduh kami, bukan? Dan itu menjadi kemalangan yang berikut bagi kalian. Dan sekali lagi, kami akan tertawa  puas.
Dari sini saja, apakah kalian bisa menebak siapa nama kami? Kalian kan yang melahirkan kami, tentu aku yakin kalian mengenal kami dengan baik, demikian juga dengan nama yang akan kalian sematkan pada hidup kami. Sebenarnya nama itu tak begitu penting bagi kami. Jujur ingin kukatakan pada kalian, kadang aku juga bosan melihat kalian hanya bisa menangis jika melihat kami lahir. Tak ada sedikit pun raut wajah kebahagiaan yang kalian tunjukkan pada kami. Janganlah seperti itu, kami juga ingin disayang dan diberi seulas senyum ketika kami hadir dalam kehidupan kalian. Tahukah kalian, pertama kali kalian mengernyitkan dahi, saat itu pulalah kemarahan kami akan terus merajai kalian. Dengan kata lain, kalian tak akan merasa damaii dengan kehadiran kami. Cobalah merubah persepsi kalian. Cobalah tersenyum padaku, sebentar saja. Usahakan kalian bisa berkata ”aku menerimamu..”, meskipun aku tahu, kalian menambah onggokan dusta kalian ketika dua kata tersebut terucap. Tapi setidaknya, aku akan mengecil jika kata itu terucap.
Terakhir, aku tak akan bisa mati, hanya mengecil. Dan aku telah memberi tahu kalian bagaimana cara agar aku mengecil. Hanya dengan dua patah kata itu saja, dan selesailah semuanya. Ingat! Aku tak memiliki nama, masih belum. Namun sesaat waktu lagi, kalian yang telah menyempatkan membaca akan berpikir dan memberikan sebuah kata untuk kusematkan dalam plat nama di atas dadaku. Aku yakin itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar