Rabu, 15 Agustus 2012

Mulai Lagi Ya..

Selamat malam..

Aku terkejut. Benar-benar terkejut! Mungkin akan tampak seperti ibuku yang terkejut ketika tempe yang digorengnya tidak bisa bertahan dalam waktu dua jam? Mungkin seperti kakakku yang terkejut ketika tiba-tiba mukanya menjadi sangat jelek pasca melahirkan? God! Jerawatnya tumbuh di mana-mana, bahkan di leher. Dulu, aku sangat iri pada kulitnya. Kenyal, kuning, eksotis, dan sama sekali tidak bernoda. Sekarang? Bayangkan! Masak di leher tumbuh jerawat? Bukan cuma dia yang terkejut, anaknya pasti juga terkejut waktu dilahirkan.

Hari ini, tepat pukul 23.00, aku mencoba membaca blog yang pernah aku buat. Dan aku sangat terkejut. Apa yang ada di dalam pikiranku saat itu adalah:
1.       Bahkan, ketika aku mencoba mengetik tulisan-tulisan ini, tanganku tidak lagi selihai dulu.
2.       Sebegitu sibuk kah aku? Seakan waktu untuk duduk, diam, dan merenung pun seakan tidak ada.
3.       Aku pernah ulang tahun, tetap di tanggal yang sama, 22 Juli. Aku mendapatkan keponakan yang lucu, aku mencoba memapankan diriku pada sebuah pekerjaan baru, aku mengalami beberapa rasa yang aku rasa perlu untuk kusampaikan. Tapi kesemuanya itu tidak ada. Sama sekali tidak tercantum di dalam daftar “Isinya Macam-macam”. Tanggal terakhir yang bisa kulihat di situ adalah 23 November 2011. Hampir Sembilan bulan yang lalu. Setelah itu, aku seakan terlalu sombong untuk membagi kisahku pada orang lain.

Aku bersyukur pada waktu yang sama ketika aku membaca beberapa tulisan Justin on the Go! Akhirnya ya Tuhan! Dia sedikit beranjak dari kehidupan autisnya. Aku pikir dia tidak menyukai kaum lelaki seperti pada umumnya manusia wanita. Tapi ternyata semua terbantahkan. Dia menulis berbagai tulisan, yang aku yakin, bahwa dia sedang mengalami masa kasmaran (di mana dia tidak mau ditinggal, sulit untuk berpisah, kegalauan untuk terus berusaha pada hubungannya, dan cerita-cerita sejenis, yang tetap dimunculkan dengan nuansa khas galau dan resah akan cinta). Syukurlah, partner..

Hmmmm yah.. Beberapa waktu kemudian aku beranjak pada folder yang memenuhi kolom D lappyta. Di dalam folder “Fun With Me” tidak aku temukan sebuah cerita baru yang bisa aku baca. Kubandingkan dengan folder “Work it Out”. Begitu aku klik, ada begitu banyak yang bisa aku lihat. Pekerjan-pekerjaan kecil sampai besar yang pernah aku kerjakan.
Kasihan aku ya?

Selama hampir sembilan bulan itu, aku seperti tidak memiliki waktu untuk berpikir seorang diri. Yang aku pikirkan adalah bagaimana aku membahagiakan orang lain, bagaimana aku harus menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya, bagaimana aku harus menata agar folder-folder itu bisa bertambah banyak, bagaimana aku harus menyapa setiap hariku dengan membuka folder yang sama, bagaimana aku harus mengatur jam-jam di dalam hariku menjadi sedikit lebih lambat, bagaimana, bagaimana, dan bagaimana yang lainnya.
(Aku menjadi lebih cepat dan tidak mengalami kesulitan lagi ketika mencari huruf-huruf di atas keyboard.. Ternyata, sendiri itu tidak terlalu mengecewakan, ya? Aku tetap suka kesendirian, dan aku bahagia!)
Jika kau tahu, aku melakukan beberapa hal ini secara bersamaan. Duduk jigang (tau jigang? Seperti ini: lipat kaki kirimu kea rah dalam, naikkan kaki kananmu sedikit menuju arah dagu, dan tanamkan pipimu di atas lutut kananmu itu. Sebenarnya, akan lebih tepat kalau gaya duduk seperti itu dibilang pekokok’an), memasang headset dan mendengarkan Amy Winehouse, menyalakan rokok, dan sesekali mengarahkan mata pada televisi. Di situ ada SBY yang sedang berusaha menjelaskan pertemuannya dengan beberapa pihak yang terkait kasus suap (tertanggal 8 Oktober 2009). Aku tidak ingat pasti apa yang kulakukan di tanggal itu. Aku rasa, aku, sebagai salah satu rakyatnya, melakukan hal-hal seperti thethek sore dan berenang. Atau mungkin, saat itu aku sedang berlari-lari memutari GSP? Oh, tidak mungkin! Pertemuan itu dilakukan siang hari. Aku tidak mungkin mau lari-lari seperti orang gila di waktu itu. Jadi mungkin aku sedang belajar di dalam kelas (belajar???? Ada  yang percaya? Percayalah, aku bisa lulus dari UGM karena belajar. Belajar?? Mmmm… apakah itu seperti duduk dan membaca buku untuk dihafalkan? Atau memilih mencontek di waktu ujian? ).
00.16.. Begitu yang tertulis di jam lappyta..
Tidak ada tema pasti yang ada di dalam tulisan ini. Aku hanya sedang mengembalikan masa di mana aku bisa berpikir tentang apa pun, membayangkan hal-hal menyenangkan, dan menuliskannya sesuai dengan skenario yang kuinginkan.
Tiba-tiba aku ingat pada salah satu komen (beberapa percakapan kecil sebenarnya) di bawah foto yang dipajang oleh salah satu temanku. Foto itu termuat apik dalam Instagram (tau kan Instagram? Perangkat yang dikhuskan untuk berbagi jepretan sederhana?  Baru kali ini aku update dengan dunia maya). Gambar itu menunjukkan perjalanannya ke Bali. Dia memasang gambar ketika dia melakukan penyelaman. Ada komentar seperti ini di bawahnya:
Pemberi komentar: “ke mana aja, Mbak? Ga pernah keliatan di klub?”
Pemajang foto: “iya nih. Lagi sibuk skripsi, jadi ta tinggal dulu nyelemnya”
Pemberi komentar: “kan bisa jalan dua-duanya harusnya. Buat selingan aja nyelemnya” (aku rasa dia sudah masuk masa sok tahu. Kadang memang ada orang yang bisa mengerjakan beberapa pekerjaan dengan daya fokus yang luar biasa bagus. Tapi ada kalanya, ketika ada orang yang memutuskan segera keluar dari kehidupan kampusnya, dia akan berusaha keras, kalau bisa 48 jam di depan computer. Dia tidak bisa menyamaratakan kesemuanya dengan generalisasi yang ada di pikirannya.)
Pemajang foto: “enggak. Aku fokus skripsi dulu” (jadi, dia masuk dalam karakter orang kedua yang kutulis di atas”
Pemberi komentar: “Kan harusnya bisa nyelem sambil minum air, Mbak” (dia tetap ngeyel..)
Meskipun aku tidak mengenal si pemberi komentar itu, tapi aku tetap menuliskan sebaris komentar ini untuknya..
Ariel: “sambil nyelem minum air? Antara kaporit dan garam.. Sama-sama pait!”
Suatu peribahasa yang sedikit bodoh. Seperti iklan salah satu provider yang aku rasa sama bodohnya dengan peribahasa itu.
Cernalah kata-kata yang dipakai “aduh.. lima (atau empat) angka nomor di belakang punya Bang Haji ilang nih” “sms aja satu-satu” “satu-satu (pertanyaan bagus)???” “iya, sekarang kan gratis kalau sms. Tenang aja”..
Baiklah.. sudah mulai tampak di mana letak kebodohan percakapan mereka?
Kasihan pemeran wanita dalam iklan itu. Entah apakah dia masuk dalam sederetan wanita cantik tapi berotak kerikil, ataukah dia diposisikan demikian dalam iklan tersebut. Dari jawaban yang dia sampaikan, satu, itu sangat tidak solutif. Dua, pernahkah dia belajar tentang “probablitiy” waktu SMA? Tiga, jika dia tidak pura-pura sakit pada waktu pelajaran “peluang” itu, dia pasti bisa bisa menjawab berapa pesan teks yang harus dikirim oleh pemeran laki-laki. Ada sekitar 4000 sekian pesan teks yang harus dikirimnya.
Ya Tuhan! Bahkan ketika bahasa lain yang ingin disampaikan adalah “ini lho.. Providerku bisa ngasih gratisan waktu kamu butuh 5000 sms gratis (aku yakin, jumlah ini bakal habis untuk anak SMP yang baru belajar gaul)”, please, tidak adakah representasi percakapan lain yang lebih bermutu?
Sangat bodoh! Sebodoh kata-kata yang disampaikan oleh pemberi komentar tadi.
Bro, aku tidak tahu apakah kamu berusaha perhatian pada si pemasang foto, ataukah kamu benar-benar sok tau dengan apa yang dinamakan mengerjakan skripsi (aku yakin! Waktu kamu mengerjakan puluhan lembar kata-kata ilmiah itu, tabung oksigen yang biasanya kamu pakai di dalam laut atau kolam akan berpindah di dalam kamarmu. Kamu akan butuh tabung itu!! Percayalah!).
Aku tidak berniat untuk meminta maaf atas kebodohan peribahasa itu, atau bagaimana orang menyampaikannya pada orang lain. Tapi aku rasa, aku pikir, dan aku simpulkan, di mana biasanya orang melakukan penyelaman? Laut.  Latihan di kolam. Danau yang benar-benar memiliki pemandangan bagus. Bahkan ada yang melakukannya di dalam gua. Ingat tempat-tempat yang aku sebutkan ya.
Oke, akan lebih mudah ketika kita menyamakan pendapat. 98% orang di muka bumi akan menjawab LAUT jika ditanya di mana mereka melakukan penyelaman. Seperti orang akan menjawab AQUA ketika ditanya mau minum apa. Kau bisa membayangkan menyelam sambil minum air laut? Garam-garam itu akan mengikat sel darah merahmu secepat kilat, meningkatkan denyut nadimu, dan itu artinya jantung akan bekerja jauh lebih cepat dari biasanya, pasokan oksigen ke otak berkurang, dan matilah kau di laut. Lagian, mana ada orang nyelem ga pake alat-alat berat itu? Ada sih, tapi itu hanya sebagian penduduk asli yang tidak memiliki biaya untuk membiayai alat-alat mahal itu. Ketika orang merasa dehidrasi di dalam laut, dia tidak akan membuka maskernya, dan melakukan kegiatan seperti ikan koi (membuka menutup mulut untuk mendapat oksigen).
God!!
Benar atau tidak jika aku mengatakan bahwa peribahasa itu sangat bodoh untuk menggambarkan kau bisa melakukan beberapa hal dalam satu waktu?
Mengapa tidak diganti dengan sambil boker, menyulut rokok? Atau apalah, yang sedikit relevan untuk dibaca dan disampaikan.
Hahahahahahahahaha…
Aku bahagia malam ini. Betapa indah menggunakan imajinasiku untuk menulis sesuatu. Ternyata aku masih memiliki ide untuk menulis. Dan aku masih cukup pintar untuk melakukan beberapa hal secara bersamaan. Ditambah satu lagi, aku bisa mengerjakan beberapa hal di atas tadi dengan membalas sms dan mengangkat telepon. Betapa hebatnya aku malam ini..





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar