Minggu, 26 Agustus 2012

Sedikit Menyadur Judul.. Dear, God..


Tuhan..

Pertama dan utama.. Saya.. Martina Ariel.. Manusia yang Kau ciptakan dua puluh empat tahun yang lalu, ingin menyampaikan maaf. Hari ini, sekitar pukul 19.47, saya telah mengataiMu dengan mirip Gempil. Kau masih ingat betul bukan dengan makhluk bernama Gempil (dia tidak terlahir dengan nama itu sebenarnya. Nama yang dia miliki sungguh bagus, Stanislaus Kostka Brillyan Vandyansa)? Karena satu dan lain hal, dia terpaksa harus menyandang nama Gempil untuk sekian lama.

Baiklah..

Begini ceritanya..

Tadi, Arya, meng upload foto berjudul “Man and Wild” (kalau nggak salah ya). Dengan kecanggihan tangan dan alat bantu teknis yang oke, dia berhasil membuat buram wajah Gempil. Wajah itu sungguh buram, Tuhan. Dan aku yakin, itu akan tampak, mirip, hampir sama sepertiMu.

_ Itu ceritaku, ceritamu?_

Hahahahahahahahaha.. Jangan marah, Tuhan. Aku percaya Kau memiliki selera humor yang sangat bagus.

Tuhan..

Yang kedua adalah.. Saya mengucapkan terima kasih, karena hari ini, waktu saya memutuskan untuk ke Gereja Kota Baru, meskipun saya tidak mendapatkan tempat duduk di dalam ruangan, saya bisa menikmati khotbah yang tidak membosankan. Si Bapak yang menyampaikan khotbah cukup oke untuk daftar jadi pemeran tambahan di Opera Van Java. Sumpah! Lucu gilak!

Tuhan..

Yang ketiga adalah.. Saya ingin menanyakan padaMu. Sesuatu yang tidak begitu penting sebenarnya. Waktu saya duduk di bangku biru tanpa sandaran punggung tadi, saya tiba-tiba berpikir begini “Tuhan, Kau mendengar semua pembicaraan di dalam hati kami, kah?”

Ada begitu banyak manusia di situ. Lebih tepatnya banyak kimcil. Dan Kau cukup tahu dengan perangai mereka. Alasan mereka datang ke sana mungkin hanya untuk bertemu dengan teman sebayanya, atau mungkin menjadikan gereja sebagai sarana cari jodoh seiman.

Oke.. Untuk alasan se-simple itu misalnya, saya yakin jika mereka saat itu akan berdoa demikian “Tuhan, aku mau yang itu (sambil menunjuk gadis atau pria idamannya)”. Di saat yang sama, mungkin, ada seorang nenek yang benar-benar membutuhkan pertolonganMu. Doanya pasti akan jauh berbeda dengan para kimcil tadi. Mungkin demikian ini, “Tuhan, tolong beri saya kekuatan.. bla , bla, and bla”. Ditambah lagi dengan saya ini. Tadi Tuhan mendengar kalau saya berkata demikian ini, bukan? “Tuhan.. Saya tidak bisa mengatakan apa pun lagi..”.

Baru tiga pengucapan dan pengharapan. Masih ada sekian ratus orang lainnya, atau bahkan ribuan, dan jutaan manusia yang terus berteriak di sebelah telingaMU.

Apakah Kau betah, Tuhan?

Saya yakin, doa-doa itu harus antre untuk mendapat persetujuanMu. Itu sebabnya, kadang, saya tidak bisa mendapatkan apa yang saya inginkan tepat di saat saya mengucapkan Amin.

_ Saya benar-benar bingung _

Untuk alasan sederhana ini, saya acungkan keempat jempol yang saya miliki. Four thumbsup for You!!!

Tuhan..

Hallllooooowwwww…

Ada alamat email kah? Atau Instagram? Atau tweeter mungkin? Supaya saya bisa menyampaikan apa yang ingin saya tanyakan, dan Kau membalasnya dengan cepat pula.

Hmmmmm… Kau tetap saja diam..

Ariel..

I’m here.. beside you..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar