Selasa, 20 September 2011

Kau Lelah?

Bahkan ketika kau tidak lagi mampu untuk berjalan seorang diri, kau bertandang ke dalam pelukanku. Seakan ingin berkata “aku lelah”. Tidak mengapa kupikir. Untuk kesekian kalinya aku melihat mukanya begitu letih dengan apa yang dinamakan dengan kehidupan. Kau terbaring melemah, mendengkur, dan sejenak lupa akan kepenatanmu. Datanglah ke mari, datanglah mengahampiriku. Hanya itu yang bisa kuberikan. Senyum dan tawa yang kau sukai. Sebaris kata penyanggah yang selalu membuatmu bertanya “mengapa kau tidak mengatakan iya untuk sekali waktu?”

Entah di dalam sana kau terpekur dengan apa atau siapa. Aku tidak peduli dengan semua itu. Kau tetap tertidur pulas, meski kadang kau terbangun, terkejut karena gerakan kecilku. Matamu memerah, dan pandanganmu tetap tak terfokus pada apa yang ada di hadapanmu. Dan kau kembali tidur.

Kau tahu apa yang terjadi ketika kau memutuskan untuk terlelap? Mukamu akan tampak sangat buruk, dengan bibir yang sedikit menganga, dan kau tidak akan pernah sadar jika kehidupan lain yang menantimu di luar sana.

Ada bagian yang kusuka ketika kau tertidur. Ragamu akan terlepas dari apa yang dinamakan lelah, dan untuk sejenak kau akan terhenyak dari apa yang kau namakan masalah.

Tidurlah..

Dan ketika kau terbangun, aku akan ada di sini. Tetap tersenyum, dan mengucapkan “selamat datang kembali pada kehidupan”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar