Selasa, 20 September 2011

Balada Tai Kucing

Tai : Kamu kenapa kucing? Kok bicara-bicara sendiri? Mulai gila ya?

Kucing : Ah! Siapa yang bilang aku bicara sendiri?

Tai: Aku melihatnya dengan mataku sendiri. Kamu jangan bohong!

Kucing: Bagaimana kamu bisa melihat? Sejak kapan kamu diberi mata? Baumu saja sudah
membutakan.

Tai: Ini kan juga gara-gara kamu! Apa yang kamu makan sehingga aku jadi begini?

Kucing: Apa sajalah. Yang penting aku bisa hidup, kan?

Tai: Hei! Aku tadi kan bertanya padamu. Mengapa kau bicara sendiri seperti itu?

Kucing: Kan sudah aku katakan. Aku tidak merasa berbicara sendiri.

Tai: Lantas?

Kucing: Aku mendudukkan tiga badut ini di hadapanku. Kudandani badut-badut itu. Yang satu berkacamata agak ke bawah, memakai celana jauh di atas pusar. Anggap saja dia laki-laki. Yang kedua kuberi jenis kelamin wanita. Dandanannya menor, roknya di atas paha, dan kusumpalkan rokok di mulutnya. Dan yang terakhir berjenis kelamin laki-laki. Kuberi tampilan paling baik dari kedua badut tadi.

Tai: Untuk apa kau lakukan itu semua?

Kucing: Untuk menghindari pertanyaanmu tadi tentu saja. Aku tidak bicara sendiri. Aku bicara pada badut-badut itu.

Tai: Apa yang kau bicarakan pada mereka?

Kucing: Sedikit masalah hidup saja.

Tai: Apakah aku bisa mengatakan bahwa kau akan bertemu muka dengan ketiga badut itu?

Kucing: Yah, bisa kau bilang begitu.

Tai: Kapan kau akan bertemu dengan mereka dan membicarakan masalah hidup itu?

Kucing: 3 hari dari sekarang.

Tai: Jadi, inti dari monologmu adalah persiapanmu?

Kucing: Sssstttt!!! Jangan bilang pada siapa-siapa. Aku mendadak menjadi seperti orang gila. Ah, tidak-tidak. Anggap saja aku sedang berlatih teater. Memunculkan suara-suara dan kemungkinan-kemungkinan kecil yang akan terjadi. Aku pintar ketika menirukan ketiga badut itu.

Tai: Begitu yakinnya kau dengan dirimu?

Kucing: Harus!

Tai: Mengapa sebegitu yakinnya kamu?

Kucing: Karena aku yang membuat cerita yang ingin kusampaikan pada ketiga badut ini.

Tai: Lantas? Mengapa dirimu harus berlatih jika sudah yakin?

Kucing: Karena aku ingin memastikan bahwa ketiganya akan tersenyum ketika mendengarkan aku bercerita nanti.

Tai: Apakah dalam latihanmu kau buat mereka tersenyum?

Kucing: Tentu saja tidak. Dengan begitu, aku bisa membuat ekspresi mukaku semakin melonjak pada ranah percaya diri.

Tai: Aku boleh ikut menemui ketiga badut itu? Aku ingin melihatmu bercerita.

Kucing: Tidak usah. Nanti aku sakit perut, dan jumlahmu akan semakin banyak.

Tai: Ah! Tadi katamu sudah siap? Sakit perut itu kan pertanda psikologis bahwa kau gugup.

Kucing: Wajar saja, kan?

Tai: Berlatihlah lagi hingga kau benar-benar siap dan tidak memikirkan yang tidak seharusnya kau pikirkan.

Kucing: Hmmmm.. Begitu ya?

Tai: Aku mengenalmu, kucing!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar